SEBUAH HARAPAN
Hidup memang indah, jikalau kita bisa dan mampu memaknainya.
Harapan-harapan muncul dikala sesuatu yang baru muncul. Harapan ingin
ini ingin itu. Harapan indah, harapan hebat, harapan masa depan, dan
lain lain. Dan semua orang mempunyai harapan. Tuhan pun senantiasa
memberikan jalan bagi manusia untuk menempuh harapan mereka
masing-masing. Terkadang ada yang terkabul dengan jalan yang lancar, ada
yang terkabul dengan penuh perjuangan, ataupun sampai yang belum
terkabul. Tuhan melihat seberapa keras kita untuk harapan itu, dan
seberapa kita sering memohon kepada-Nya.
Berharap sama dengan bermimpi. indah rasanya. Terlebih indah jika harapan itu terjadi.
Berharap atau bermimpi tidaklah dilarang. tidak ada pula peraturannya dalam Undang Undang ataupun TAP MPR.
Namun
Bagaimana jika kita terlanjur melayang dalam perjalanan hati menuju
harapan kita, lalu kemudian kita jatuh tersungkur?Apakah kita langsung
memutuskan untuk menghentikannya ? Atau berdiri tegak 'without do anything'? atau ''go ahead''
untuk mencapainya lagi?. Hanya beberapa orang yang mengerti dan
menyadari tentang pertanyaan ketiga. beberapa orang lain hanya berkata,
inilah takdir saya. Hal itu ememperlihatkan bahwa harapan kita hanya
sebuah cover, dan saat cover itu hilang maka terlihatlah diri kita yang
sesungguhnya.
Pengaruh, Sindiran, Ejekan, Kritik, ataupun saran sekalipun
dapat menggoyahkan niat kita dalam mencapai harapan. Dimana mereka
itulah yang membuat kita berfikir 2 kali untuk mendapatkan harapan kita.
Seperti diatas, bahawa hanya orang-orang tertentu dan kuatlah yang dapat melaluinya dengan sabar dan ikhlas.
Kritik dan saran bukanlah halangan, tetapi membuat kita terbangun kembali, tergugah kembali, untuk harapan kita.
Pengaruh, Sindiran, ejekan adalah sebuah motivasi besar dalam kita benar benar menunjukkan bahwa KITA BISA...
-Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu- Laskar Pelangi
written by : Rizal Luthfi Nartadhi